ASPAK Puskesmas di Provinsi Maluku 2025 (per 21 Desember 2025)
- PETA KETERSEDIAAN & KELENGKAPAN ASPAK PROVINSI MALUKU
Gambaran Umum Provinsi
Berdasarkan rekapitulasi ASPAK:
- Mayoritas Puskesmas di Maluku berada pada kategori <60% (kurang)
- Ketimpangan tinggi antar kabupaten/kota
- Komponen alat kesehatan (bobot 40%) merupakan penyumbang defisit terbesar
Tabel 1.Pola Per Kabupaten/Kota (Ringkas)
| Kabupaten/Kota | Pola Umum ASPAK | Catatan Kunci |
| Kep. Tanimbar | Rendah–sangat rendah | Banyak Puskesmas <50%, alat kesehatan kritis |
| Maluku Tenggara | Rendah | Sarana relatif ada, alat kesehatan sangat kurang |
| Maluku Tengah | Variatif (sedang–rendah) | Jumlah Puskesmas banyak, ketimpangan tinggi |
| Buru | Rendah–sedang | Prasarana cukup, alat belum standar |
| Kep. Aru | Sedang | Beberapa Puskesmas >70%, alat belum merata |
| Seram Bagian Barat | Sedang | Sarana kuat, alat penunjang lemah |
| Seram Bagian Timur | Rendah | Banyak Puskesmas <40% |
| Maluku Barat Daya | Sangat rendah | Wilayah terluar, alat kesehatan sangat minim |
| Buru Selatan | Sedang–rendah | IGD & rawat inap perlu penguatan |
| Kota Ambon | Sedang–baik | Relatif lebih baik, tapi belum optimal |
| Kota Tual | Rendah–sedang | Alat kesehatan menjadi bottleneck |
Kesimpulan peta provinsi:
Ketimpangan ASPAK Maluku bersifat struktural wilayah kepulauan, bukan semata masalah manajerial.
- KENDALA UTAMA (AKAR MASALAH)
1️⃣ Kendala Geografis & Akses
- Pulau kecil, transportasi mahal
- Distribusi dan pemeliharaan alat tidak berkelanjutan
2️⃣ Fokus Anggaran Belum Berbasis ASPAK
- APBD & DAK lebih banyak ke bangunan
- Alat kesehatan sering tertunda/parsial
3️⃣ Kapasitas Teknis & Pemeliharaan
- Alat ada tapi:
- Tidak terkalibrasi
- Tidak sesuai standar layanan
- Tidak terintegrasi dengan layanan klinis
4️⃣ Ketimpangan Antar Wilayah
- Kota lebih baik dari kabupaten kepulauan
- Tidak ada pendekatan klaster rujukan pulau
III. STRATEGI PENINGKATAN ASPAK (LEVEL PROVINSI)
STRATEGI 1 – Fokus Alat Kesehatan Esensial (Quick Impact)
- Prioritaskan alat dengan dampak tinggi:
- IGD dasar
- KIA & persalinan
- Oksigenasi & sterilisasi
- Target: kenaikan skor +20–30% tanpa bangunan baru
STRATEGI 2 – Klaster Pulau & Puskesmas Anchor
- Tidak semua Puskesmas harus lengkap penuh
- Tetapkan:
- Puskesmas rujukan pulau (≥70%)
- Puskesmas satelit (layanan dasar)
STRATEGI 3 – Peran Provinsi (Intervensi Afirmatif)
- Provinsi sebagai:
- Penyedia buffer alat kesehatan
- Penguat kabupaten dengan ASPAK <50%
- Sinkron APBD Provinsi + DAK Kab/Kota
STRATEGI 4 – Target Bertahap 3 Tahun
| Tahun | Target Provinsi |
| Tahun 1 | Tidak ada Puskesmas <40% |
| Tahun 2 | ≥50% Puskesmas >60% |
| Tahun 3 | Setiap kab/kota minimal 1 Puskesmas ≥80% |