Main Topic

GAMBARAN UMUM KEPENDUDUKAN KABUPATEN KEPULAUAN TANIMBAR TAHUN 2025

  1. Sumber Data

Data kependudukan dalam laporan ini bersumber dari Sistem Informasi SISMAL V3 – Data Dasar Penduduk periode laporan Tahunan Tahun 2025, dengan cakupan seluruh Puskesmas di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku. Data mencakup jumlah penduduk per desa berdasarkan wilayah kerja masing-masing Puskesmas dan digunakan sebagai dasar dalam perencanaan pelayanan kesehatan, analisis beban layanan, serta penyusunan program kesehatan masyarakat.

  1. Gambaran Umum Penduduk Kabupaten Kepulauan Tanimbar

Berdasarkan hasil pengolahan data, jumlah penduduk Kabupaten Kepulauan Tanimbar tahun 2025 tersebar di 79 desa yang berada dalam wilayah kerja beberapa Puskesmas. Sebaran penduduk menunjukkan variasi yang cukup signifikan antar desa dan antar wilayah kerja Puskesmas. Kondisi ini mencerminkan perbedaan karakteristik geografis, aksesibilitas wilayah, serta tingkat pemusatan penduduk di masing-masing desa.

  1. Distribusi Penduduk per Puskesmas

Hasil rekapitulasi menunjukkan bahwa setiap Puskesmas memiliki jumlah penduduk binaan yang berbeda-beda, baik dari sisi jumlah desa maupun total penduduk. Puskesmas dengan wilayah kerja yang mencakup desa-desa berpenduduk besar memiliki beban layanan kesehatan yang relatif lebih tinggi, sehingga memerlukan: 1) kecukupan tenaga kesehatan; 2) ketersediaan sarana prasarana; 3) perencanaan logistik kesehatan yang lebih optimal. Sebaliknya, Puskesmas dengan jumlah penduduk binaan lebih kecil tetap memerlukan perhatian khusus mengingat tantangan geografis dan keterjangkauan pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan.

  1. Desa dengan Jumlah Penduduk Tertinggi dan Terendah

Berdasarkan analisis data kependudukan tahun 2025:

Desa dengan jumlah penduduk tertinggi berada pada wilayah kerja Puskesmas Saumlaki, yaitu Desa Saumlaki, dengan jumlah penduduk sebesar 13.731 jiwa. Kondisi ini menunjukkan tingginya konsentrasi penduduk pada wilayah pusat aktivitas ekonomi dan pemerintahan. Desa dengan jumlah penduduk terendah berada pada wilayah kerja Puskesmas Romean, yaitu Desa Rumnguer, dengan jumlah penduduk sebesar 250 jiwa. Desa dengan jumlah penduduk kecil umumnya memiliki tantangan tersendiri terkait akses pelayanan kesehatan, distribusi tenaga kesehatan, serta efisiensi pelayanan.

  1. Implikasi terhadap Perencanaan Kesehatan

Distribusi penduduk yang tidak merata antar desa dan Puskesmas memiliki implikasi langsung terhadap: 1) perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan; 2) penentuan prioritas program kesehatan; 3) pengalokasian anggaran dan logistik pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, data kependudukan ini menjadi dasar penting dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data (evidence-based planning) di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

  1. Penutup

Data kependudukan tahun 2025 memberikan gambaran yang komprehensif mengenai kondisi demografi wilayah kerja Puskesmas di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Dengan memanfaatkan data ini secara optimal, diharapkan perencanaan dan pelaksanaan program kesehatan dapat berjalan lebih tepat sasaran, efektif, dan berkeadilan.

Tabel. Jumlah Penduduk per Puskesmas Kabupaten Kepulauan Tanimbar Tahun 2025
(Urutan Tertinggi – Terendah)

No Puskesmas Jumlah Desa Total Penduduk (Jiwa)
1 Puskesmas Saumlaki

11

35.843

2 Puskesmas Alusi Kelaan

10

7.865

3 Puskesmas Adaut

1

6.307

4 Puskesmas Larat

6

7.027

5 Puskesmas Seira

9

11.171

6 Puskesmas Lorulun

9

11.543

7 Puskesmas Wunlah 11

8.552

8 Puskesmas Linggat

5

6.287

9 Puskesmas Romean

6

3.706

10 Puskesmas Tutukembong

2

2.409

11 Puskesmas Ermyau Sorm

2

4.642

12 Puskesmas Waturu

1

1.469

13 Puskesmas Adodo Molu

5

3.923

14 Puskesmas Namtambung

2

4.090

Puskesmas Saumlaki memiliki jumlah penduduk binaan paling besar, menunjukkan beban layanan kesehatan tertinggi. Puskesmas dengan wilayah kepulauan dan desa kecil tetap memerlukan perhatian khusus karena tantangan akses pelayanan, meskipun jumlah penduduk relatif lebih rendah.