HIV/AIDS belum selesai. Secara global dan nasional, beban penyakit ini masih tinggi. Namun di Maluku, tantangannya berlapis: keterbatasan tenaga medis, distribusi layanan yang tidak merata, serta hambatan geografis kepulauan. Artikel ini mengajak kita melihat HIV/AIDS bukan hanya sebagai persoalan medis, tetapi juga sebagai isu keadilan sosial melalui perspektif filsafat ilmu—ontologi, epistemologi, dan aksiologi.
Malaria belum benar-benar pergi. Di dunia, Indonesia, dan terutama Maluku, penyakit ini menunjukkan bahwa persoalannya bukan hanya medis, tetapi juga terkait lingkungan, ketimpangan wilayah, dan kualitas layanan kesehatan.
Kota cerdas yang sejati tidak dibentuk oleh aplikasi semata, tetapi oleh kemampuan mempertemukan teknologi, tata kelola, lingkungan, dan kearifan lokal dalam satu arah pembangunan yang berkelanjutan. Dari perspektif ini, adat sasi menunjukkan bahwa modernitas dan kebijaksanaan peradaban dapat berjalan harmonis untuk menjaga kehidupan.
Infectious disease in 2026 can no longer be understood as a purely medical issue. From dengue and cholera to broader zoonotic threats, today’s risks are increasingly shaped by climate stress, environmental degradation, weak governance, and health system vulnerability. This article argues that a One Health perspective is now essential for understanding and responding to the global infectious disease crisis already unfolding