Eliminasi malaria di Maluku tidak dapat dinilai dari nol kasus semata. Di wilayah kepulauan, kepastian eliminasi harus ditopang oleh surveilans yang sensitif, akses layanan kesehatan yang merata, serta sistem deteksi yang mampu menjangkau pulau-pulau terpencil.
HIV/AIDS belum selesai. Secara global dan nasional, beban penyakit ini masih tinggi. Namun di Maluku, tantangannya berlapis: keterbatasan tenaga medis, distribusi layanan yang tidak merata, serta hambatan geografis kepulauan. Artikel ini mengajak kita melihat HIV/AIDS bukan hanya sebagai persoalan medis, tetapi juga sebagai isu keadilan sosial melalui perspektif filsafat ilmu—ontologi, epistemologi, dan aksiologi.
Malaria belum benar-benar pergi. Di dunia, Indonesia, dan terutama Maluku, penyakit ini menunjukkan bahwa persoalannya bukan hanya medis, tetapi juga terkait lingkungan, ketimpangan wilayah, dan kualitas layanan kesehatan.