HIV/AIDS belum selesai. Secara global dan nasional, beban penyakit ini masih tinggi. Namun di Maluku, tantangannya berlapis: keterbatasan tenaga medis, distribusi layanan yang tidak merata, serta hambatan geografis kepulauan. Artikel ini mengajak kita melihat HIV/AIDS bukan hanya sebagai persoalan medis, tetapi juga sebagai isu keadilan sosial melalui perspektif filsafat ilmu—ontologi, epistemologi, dan aksiologi.
Yan Aslian Noor
Medical Doctor I Senior Healthcare Executive I Writer