Main Topic

Sertijab Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku 2026

Bertempat di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Kota Ambon, pada Senin (23/2/2026), telah dilaksanakan Serah Terima Jabatan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku dari dr. Yan Aslian Noor, M.P.H kepada dr. Elna Sitourisme Anakotta, Sp.M. Serah terima ini menjadi bagian dari kesinambungan kepemimpinan dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan pembangunan kesehatan di wilayah kepulauan Maluku.

Selama masa jabatan 13 Maret 2024 hingga 19 Februari 2026, berbagai capaian strategis berhasil ditorehkan. Usia Harapan Hidup meningkat dari 70,68 menjadi 71,16 tahun, angka kematian ibu menurun menjadi 164 per 100.000 kelahiran hidup, serta prevalensi stunting turun signifikan dari 28,4% (2024) menjadi 25,1% (2025). Di sisi lain, cakupan Jaminan Kesehatan Nasional telah mencapai lebih dari 98%, memperkuat jaminan pembiayaan kesehatan masyarakat Maluku

Reformasi manajemen RSUD Provinsi juga menjadi fokus utama, dengan penguatan tata kelola BLUD, peningkatan jumlah dokter spesialis sebesar 33%, serta optimalisasi indikator pelayanan rumah sakit seperti BOR 38,44% dan ALOS rata-rata 7 hari. Langkah ini dilakukan untuk memastikan RSUD Provinsi berfungsi sebagai pusat kendali layanan rujukan kepulauan yang efisien dan berkeadilan.

Di tengah tantangan geografis kepulauan, tingginya biaya logistik kesehatan, serta keterbatasan distribusi tenaga spesialis, Dinas Kesehatan Provinsi Maluku tetap menjaga realisasi anggaran 2025 pada level 88,55% dengan efisiensi 3–5% dan deviasi terkendali. Penguatan sistem rujukan, integrasi TB–HIV, eliminasi malaria, serta digitalisasi sistem informasi kesehatan menjadi fondasi kebijakan yang akan dilanjutkan oleh kepemimpinan berikutnya.

Komitmen terhadap pembiayaan kesehatan juga memperoleh pengakuan nasional. Dengan cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan yang telah melampaui 98% dan tingkat keaktifan di atas 80%, Pemerintah Provinsi Maluku berhasil meraih BPJS Award Tahun 2024 dan kembali memperoleh BPJS Award Tahun 2026. Penghargaan ini menegaskan konsistensi daerah dalam menjamin perlindungan kesehatan masyarakat melalui Program JKN.

Penguatan sistem kesehatan juga dilakukan melalui kolaborasi akademik. Pada tahun 2026, Dinas Kesehatan menjalin kerja sama dengan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Pattimura dalam pengembangan inovasi kesehatan, dukungan riset terapan, serta penguatan teknologi kesehatan berbasis kepulauan. Selain itu, kerja sama strategis dengan Universitas Hasanuddin diwujudkan melalui program pendidikan Doktor (S3), dengan 34 mahasiswa asal Provinsi Maluku yang menempuh studi doktoral sebagai investasi kepemimpinan akademik dan teknokratik sektor kesehatan daerah.

Rangkaian capaian ini—peningkatan indikator kesehatan, reformasi RSUD, transformasi digital RME, dua kali BPJS Award, serta kolaborasi strategis dengan perguruan tinggi—menunjukkan bahwa sistem kesehatan Maluku bergerak menuju tata kelola yang modern, berbasis evidensi, dan berkelanjutan.