Main Topic

Hip Fracture menunjukkan bahwa >88% kasus fraktur panggul pada lansia di IGD disebabkan oleh jatuh, dan kematian terkait fraktur panggul pada pasien usia ≥65 tahun

Mendeskripsikan angka kunjungan IGD, rawat inap, dan kematian terkait fraktur panggul pada pasien usia ≥65 tahun di AS selama tahun 2019, serta menganalisis mekanisme cedera (jatuh vs. non-jatuh) dan karakteristik demografis.

Ringkasan sebagai berikut:

Beban Kasus (AS, 2019)

  • ED visits: 318.797
  • Hospitalizations: 290.130
  • Deaths: 7.731
  • Etiologi dominan: jatuh (ED 87.5%, rawat inap 88.4%, kematian 83.3%)

Epidemiologi Kunci

  • Perempuan memiliki insidensi lebih tinggi baik di IGD maupun rawat inap.
  • Laki-laki memiliki proporsi kematian serupa, meskipun studi lain menunjukkan risiko fatalitas lebih tinggi pasca-fraktur.
  • Usia ≥85 tahun menunjukkan lonjakan 9–10× dibanding usia 65–74 pada seluruh end-point.
  • Wilayah rural secara konsisten menunjukkan insidensi dan mortalitas lebih tinggi.
  • Variasi antardivisi sensus: insidensi tertinggi di East South Central, mortalitas tertinggi di Mountain Division.

Disposition

  • 85% pasien fraktur panggul yang masuk IGD dirawat inap di rumah sakit yang sama.
  • 82.8% pasien rawat inap dipindahkan ke fasilitas lanjutan (SNF, rehabilitasi).

Catatan Koding

  • 8–10% kasus tidak memiliki kode mekanisme (fall vs non-fall), berpotensi terjadi underreporting kejadian jatuh.

Implikasi Klinis

  • Fraktur panggul pada lansia merupakan marker frailty dan berhubungan dengan morbiditas tinggi, lama perawatan lanjutan, dan mortalitas 1 tahun yang signifikan.
  • Pencegahan jatuh tetap intervensi paling efektif (rekomendasi CDC STEADI, AGS/BGS).
  • Perlu peningkatan skrining osteoporosis dan review medikasi pada kelompok risiko.

(sumber: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/36210739/), penelitian yang dilakukan oleh Briana L MorelandJaswinder K LeghaKaren E ThomasElizabeth R Burns