Pendanaan kesehatan bukan sekadar persoalan anggaran, tetapi persoalan keadilan sosial. Di tengah tingginya kebutuhan belanja kesehatan global dan tantangan nasional dalam pemerataan akses, Indonesia perlu bergerak dari cakupan administratif JKN menuju keadilan substantif melalui advokasi strategis yang berbasis data, koalisi, transparansi, dan keberpihakan kepada kelompok rentan.
HIV/AIDS belum selesai. Secara global dan nasional, beban penyakit ini masih tinggi. Namun di Maluku, tantangannya berlapis: keterbatasan tenaga medis, distribusi layanan yang tidak merata, serta hambatan geografis kepulauan. Artikel ini mengajak kita melihat HIV/AIDS bukan hanya sebagai persoalan medis, tetapi juga sebagai isu keadilan sosial melalui perspektif filsafat ilmu—ontologi, epistemologi, dan aksiologi.