Main Topic

Panduan Singkat CPR Terbaru pada Bayi dan Anak untuk Tenaga Medis

  1. Teknik CPR pada Bayi dan Anak
  • Gunakan teknik kompresi dada dengan tangan melingkar dan dua ibu jari menekan bagian atas tulang dada bayi (dua-thumb encircling technique). Jika tidak memungkinkan, gunakan tumit satu tangan untuk kompresi.
  • Hindari penggunaan teknik kompresi jari dua yang lama.
  • Untuk anak-anak, gunakan dua tangan untuk kompresi dada.
  • Setelah 30 kompresi, berikan 2 napas, jeda 2-3 detik tiap napas.
  1. Penanganan Sumbatan Saluran Napas (Foreign Body Airway Obstruction)
  • Lakukan siklus lima pukulan punggung (back blows) diikuti lima tekanan perut (abdominal thrusts) untuk mengeluarkan benda asing yang menyumbat saluran napas anak.
  1. Resusitasi Neonatal
  • Berikan dukungan dan edukasi selama kehamilan untuk mengurangi risiko henti jantung pada bayi.
  • Berikan ventilasi bantuan bila bayi tidak bernapas dalam 60 detik pertama setelah lahir.
  • Jika denyut jantung bayi <100/menit, lakukan kompresi dada dan berikan epinefrin sesuai protokol.
  • Tunda pemotongan tali pusat minimal 60 detik setelah lahir bila memungkinkan.
  1. Penggunaan Epinefrin dan Pemantauan Tekanan Darah
  • Berikan epinefrin lebih awal untuk kasus henti jantung dengan ritme non-shockable.
  • Untuk ritme shockable, epinefrin diberikan setelah dua kali defibrilasi atau sesegera mungkin jika defibrilasi lambat.
  • Pantau tekanan darah diastolik sebagai indikator respons resusitasi dan rawat hipotensi pasca-henti jantung.
  • Jaga tekanan darah sistolik dan rata-rata minimal di persentil ke-10 sesuai usia.

Panduan ini dirancang untuk meningkatkan kelangsungan hidup dan hasil neurologis anak yang mengalami henti jantung dengan metode yang praktis dan efektif. Tenaga medis diimbau mempelajari panduan lengkap dari AHA dan AAP dan menerapkannya secara konsisten.